Home arrow Knowledge Library arrow Mencari Peluang Diluar Kotak

Stats Top Visitors

Name Visits
Budi Sutria 5
iris 1
Dr. Ningky Munir 1
Name Pages
Budi Sutria 43
Dr. Ningky Munir 10
iris 8

Login Id

Who's Online

No Users Online
Mencari Peluang Diluar Kotak
 

By Iris Tutuarima, on 02-08-2008 23:54

Views : 945    

Favoured : 66

Published in : Knowledge Library, culture

MENCARI PELUANG DI LUAR KOTAK

Jakarta, Rabu, 23 Juli 2008

 Salah satu kontribusi taxonomy yang signifikan adalah bagaimana taxonomy tersebut membantu organisasi/manusia untuk mencari dan memperluas peluang inovasi di luar kotaknya sendiri.

Tidak pernah terbayang sebelumnya bagaimana sebuah perusahaan yang bergerak di bidang  IT keluar dari kotaknya dan bermain-main di kotak makanan dan menemukan terobosan baru bagi produknya.

Proses pengembangan versi terakhir dari Mac OS ”Eye Candy” dengan reflective Dock dan translucent menu bar mustahil dilaksanakan tanpa pengetahuan dari dunia ”candy”. ”Candy worked like sparking issues that triggers innovation for Apple”, demikian ungkap Arvino.

Demikian inti dari diskusi Komunitas KM yang diselenggarakan di Warung Daun, Cikini Raya, pada hari Rabut, 23 July 2008. Arvino Mudjiarto, President Director sekaligus founder dari Worxcode, nama yang tidak asing lagi bagi mereka  yang bergaul di dunia IT, tampil di tengah komunitas KM, membawakan topik Introduction to the value of Taxonomy dengan gaya presentasi yang memukau.

Dunia ini diibaratkan sebagai gudang pengetahuan yang tidak ada batasnya. Manusia yang mejalani kehidupan di dalamnya menjadi sekaligus sumber dan pengguna dari pengetahuan tersebut. Aktivitas-aktivitas dalam kehidupan menghasilkan pengalaman yang direkam dalam pikiran manusia merupakan sumber dari pengetahuan. Pengalaman ini diibaratkan sebagai titik titik pengalaman yang semakin hari semakin banyak.
Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi mempercepat proses pengetahuan. Berapa banyak informasi yang dimiliki suatu organisasi? Lalu lintas informasi organisasi meningkat dalam jumlah yang sangat luar biasa, mencapai 600% setiap tahunnya. Jumlah data yang diterima setiap pegawai meningkat dua kali lipat setiap 18 bulan. E-mail yang diterima setiap orang mencapai puluhan dan bahkan ratusan setiap harinya.
Titik-titik yang semakin hari semakin besar meyimpan potensi pengetahuan yang baru. Pengetahuan baru dibutuhkan oleh manusia untuk menghasilkan solusi baru bagi permasalahan yang dihadapi atau untuk menciptakan sesuatu yang baru dalam mendukung aktivitas manusia. Untuk mengisi kebutuhan tersebut manusia memfokuskan dirinya pada kumpulan titik titik pengalaman atau pengetahuan untuk mencari pengetahuan baru.

Manusia sulit memfokuskan diri karena jumlah pengetahuan terus bertumbuh dengan pesat sehingga menjadi tidak terbatas. Di dalam organisasi manajer menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari berbagai informasi dan pengetahuan. Di dalam pandangan bisnis yang semakin di dorong untuk melayani stakeholder secara ekslusif dan sesuai dengan selera yang sangat segmented, kebutuhan untuk memperlebar fokus semakin menjadi-jadi, karena inovasi tidak hanya bersembunyi di dalam kotak tempat kita bermain, namun inovasi dapat dipicu oleh berbagai pengetahuan di dalam kotak-kota lainnya yang berada di luar fokus kita.  
Manusia dibantu oleh teknologi mampu membuka peluang baru bagi organisasi untuk mengintip ke kotak-kotak yang berada di luar fokusnya untuk mencari peluang inovasi. Tentunya kekuatan manusia dan teknologi tidak berjalan sendiri karena harus dibantu oleh sistem yang menciptakan struktur atau keteraturan. Sistem ini disebut taxonomy. Taxonomy secara sederhana dapat didefinisikan sebagai ilmu klasifikasi. Pengetahuan yang dimiliki setiap anggota organisasi disimpan dan diklasifikasikan (dimasukkan ke dalam kotak masing-masing secara teratur dan konsisten) agar mempermudah proses pencarian kembali serta membuka peluang untuk mencari suatu solusi yang bersifat multidisiplin.

Dunia Knowledge Management (KM) pada nyatanya adalah dunia baru yang merupakan penggabungan dari berbagai kotak. Ada kotak filsafat, kotak komunikasi, kotak manajemen, kotak psikologi, kotak informasi, kotak teknologi. Upaya membangun taxonomy bukanlah issue yang sederhana mengingat taxonomy harus menjawab kebutuhan berbagai kotak yang terlibat di dalam KM. Untuk itu Komunitas KM merasa terpanggil untuk melakukan workshop pada tanggal 6 dan 7 Agustus 2008 nanti sebagai upaya menggali lebih lanjut value taxonomy di lihat dari berbagai profesi serta bagaimana membangun taxonomy yang tepat untuk organisasi. Konon kabarnya Taxonomy memiliki peluang untuk menjadi alat integrasi dalam organisasi serta menciptakan fokus aktivitas dalam menjalankan strategi organisasi.

Last update : 17-07-2009 10:34

   
Quote this article in website
Favoured
Send to friend
Related articles
Save this to del.icio.us

Users' Comments  RSS feed comment
 

Average user rating

   (0 vote)

 
Comment language: Bahasa Indonesia (0), English (0)

Add your comment
Name
E-mail
Title  
Comment
 
Available characters: 600
   Notify me of follow-up comments
  Mathguard security question:
SIP         TYX      
P Y    I      Y   HL1
O B   XMW     Y      
T D    E      N   PBT
SKD           A      
   
   

No comment posted



mXcomment 1.0.8 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Latest Forum Posts
TopicsByCategoryDate
Re:KM adalah....irisPenjelasan KM04-08-08 21:38
KM adalah....irisPenjelasan KM04-08-08 21:37

.
Advertisement